Malaysia bertudung…

August 11, 2008 at 7:34 am (positif dan negatif)

Seperti yang kita ketahui, Malaysia adalah merupakan Negara Islam. Mayoritas penduduk disini adalah beragama Islam. Tapi yang saya herankan disini adalah banyak perempuan Malaysia yang memakai jilbab (tudung) hanya untuk fashion saja. Artinya mereka memakai tudung hanya sebagai pelengkap busana. Bukan dikarenakan malu untuk menutup aurat. Disini tak jarang kita ketemui seorang perempuan memakai jilbab plus dengan leher yang terbuka dan lengan baju pendek. Saya bukanlah seorang muslim, tapi yang saya ketahui, perempuan yang memakai jilbab itu adalah seorang perempuan yang tidak ingin mempertontonkan auratnya. Tapi tidak hal-nya dengan perempuan-perempuan yang saya temui di Malaysia sini. Saya tidak mengatakan seluruh perempuan muslim yang berjilbab disini berkelakuan seperti itu karena saya juga mempunyai teman perempuan saya yang memakai jilbab, tapi tidak sedikit banyak dari mereka yang berkelakuan seperti itu. Bagi saya yang non-muslim, tindakan itu adalah sebuah tindakan yang memalukan agama sendiri. Alangkah baiknya mereka memakai pakaian yang terbuka tanpa menggunakan jilbab sebagai “tameng”.

Permalink 2 Comments

Telepon Umumnya Malaysia..

August 11, 2008 at 7:32 am (positif dan negatif)

 

 

Menanggapi salah satu blog teman saya di www.nihaoma.wordpress.com yang menceritakan tentang telepon umum di Indonesia, saya akan mencoba member gambaran tentang telepon umum yang terdapat di Malaysia.

Seperti yang Anda lihat, telepon umum disini dibuat sedemikian menarik, dengan berbagai macam corak warna dan pola. Ini adalah salah satu contoh telepon umum yang dapat saya temui di sekitar tempat tinggal saya.

Koin yang bisa digunakan untuk menjalankan telepon ini adalah koin 10 sen, 20 sen, dan 50 sen. Berbeda dengan Indonesia, telepon umum di Malaysia juga bisa digunakan untuk tujuan handphone lowh.. Mudah-mudahan Indonesia ke depannya bisa mengungguli Malaysia… Semoga!

Permalink 2 Comments

Malaysia dan arti bahasanya…

July 19, 2008 at 4:44 am (Bahasanya = Bahasamu)

Bahasa Malaysia hampir sama dengan bahasa Indonesia. Tapi kata “hampir” bukan berarti sama. Ada juga perbedaan yang bisa kita temui disini.. Untuk itu saya sediakan beberapa halaman yang akan sering saya update bila ada penambahan kosa kata.

Pada halaman ini, saya akan  menceritakan arti bahasa Indonesianya dan bagaimana saya tahu arti tersebut..

Panas gilee = Panas banget..

“Kalau anak-anak Jakarta sering bilang kata “banget” kebalikan dengan anak-anak muda Malaysia sering mengucapkan kata-kata gile..” kata teman saya, Agus. Ibunya bekewarganegaraan Malaysia dan ayahnya adalah seorang Indonesia.

“Jadi kalau di Indonesia kita bilang “Duhh…panas banget ya hari ini…” di Malaysia kita bilang “Aih..panas gile hari ini..”

Berpacaran = Ber-couple

“You dah berape lame ke berpacaran dengan you punya boyfriend?” kata saya mencoba menirukan logat Malaysia.

“Hah?? berpacaran? Apa macam tu?” Kata teman saya, orang Malaysia berketurunan India.

“Berpacaran mean bercouple…” kata teman karibnya yang kebetulan menyukai sinetron dan lagu-lagu Indonesia.

“Oooo… saye tak paham… I cuma nonton bawang merah bawang putih je…” jawabnya.

Saya tersenyum-senyum dan mengangguk-angguk.

“Ternyata Malaysia benar-benar menjadikan bahasa Inggris ke dalam versi Bahasa Malaysia (BM)” kata saya dalam hati.

Pelit = Kedekut

Suatu kali saya makan di tempat favorit saya, saya berkenalan dengan seorang Indonesia yang bekerja disana. Orang Padang juga..! Setelah asik berbicara panjang lebar, dia minta poto saya.. dan saya menolak..

“Jangan kedekut betul jadi orang…” katanya.

“Hah? Kedekut? Apa artinya, bang? Saya ndak tau..” jawab saya.

“Ummm….” dia juga seakan lupa arti bahasanya sendiri.

“Kedekut itu artinya pelit…” sambung teman kerjanya, seorang Indonesia juga berasal dari Bandung.

“Hehehe…si abang..orang Indonesia pun lupa dengan bahasanya sendiri..” kata saya kepada kawan sekampung itu.

Mobil pengangkut barang ilegal = Lori hantu

Semalam saya ke tempat Ibu Marni, orang Madura yang membuka warung nasi di sekitar tempat tinggal saya, di Bangsar Selera.

“Buk, Ida mana..??” saya menanyakan Ida, anak Bu Marni.

“Ida ikut suaminya di Seremban.. Suaminya bawa lori hantu disana..” jawab Bu Marni.

“Hah?? Lori Hantu?? Apa itu lori hantu, bu?” saya terkejut mendengar kata hantu dibelakang kata lori.

“Lori hantu itu kereta angkat barang.. tapi tak pakai ijin, yang ilegal..” kata Bu Marni menerangkan.

“Ohh…saya pikir ada hantu di dalam lorinya..” saya tertawa-tawa sendiri.

Permalink 12 Comments

Taksi Malaysia..

July 18, 2008 at 4:49 pm (transportasi..)

Alat transportasi yang bisa dibilang cukup mahal adalah taksi. Untuk buka pintu pertama kita dikenakan biaya 2RM, dan 0.10 untuk 45 detik kemudian. Biaya itu berlaku untuk taksi biasa saja (disini terdapat banyak jenis taksi, ada taksi premier, eksekutif, dll), tarif untuk taksi lainnya juga beragam.

Bisnis taksi disini memang lebih meyakinkan dibanding di Indonesia. Banyaknya masyarakat yang menggunakan jasa taksi dan dengan banyaknya turis yang berdatangan juga membuat taksi tak pernah surut pelanggan. Bila kita memesan taksi melalui telepon akan dikenakan biaya tambahan sebanyak 2RM diluar biaya perjalanan.

Tidak hanya itu, sebagai penumpang kita juga harus berpandai-pandai dan juga berhati-hati. Bagi penumpang yang tidak tahu jalan, supir taksi yang usil bisa jadi mengajak Anda berkeliling-liling ria. Disamping itu, banyak juga masalah-masalah yang ditimbulkan oleh oknum supir taksi yang tidak bertanggung jawab. Salah seorang teman saya (perempuan) pernah mengalami kejadian buruk menaiki taksi, si supir taksi memutar video porno di dalam taksinya, hal itu membuat teman saya ketakutan.

Sebaiknya kita mengingat nomor polisi taksi yang kita naiki. Kalau ada hal yang tidak diingini, kita bisa melaporkan taksi tersebut ke pihak yang berwajib.

Permalink 9 Comments

Malaysia..Malaysia..Malaysia..

July 18, 2008 at 4:12 pm (positif dan negatif)

Sebelum membaca tulisan dibawah, saya ingin menyampaikan bahwa tulisan dibawah ini dibuat dengan tidak bermaksud untuk menyinggung pihak manapun. Kritikan dan saran saya harapkan untuk membangun.

Ada 3 ras yang mendominasi Malaysia yaitu Melayu, Cina, India. Berbeda dengan Indonesia, disini ras menjadi urusan yang sangat penting dan mungkin mempunyai pengaruh yang cukup besar. Di setiap data, kita wajib mencantumkan ras atau golongan kita. Apakah kita itu berketurunan Melayu, Cina atau India. Tak hanya itu, masing-masing ras mempunyai bahasa mereka masing-masing, terkadang hal itu bisa jadi menyulitkan mereka berkomunikasi satu sama lain. Contohnya saya mempunyai seorang teman Malaysia berketurunan Cina, dia sendiri mengakui Bahasa Malaysia (BM)-nya tidak begitu bagus. Ketika ia berkomunikasi dengan temannya dengan menggunakan BM, teman-temannya menertawakannya. Ras juga memberi pengaruh terhadap bacaan yang mereka konsumsi, contohnya orang Melayu relatif membaca koran yang berbahasa melayu, begitu pula dengan Cina dan India. Parahnya lagi, berteman dengan orang yang berbeda ras dengan kita merupakan hal yang menarik perhatian publik. Saya pernah mengalami hal ini. Waktu itu saya yang berketurunan Cina, bersama teman saya yang bisa dikatakan Melayu di Malaysia, dan seorang lagi yang berketurunan India berjalan bersama-sama. Hal itu menarik perhatian seorang bapak. Dia bertanya kepada saya “Kenapa kamu mau berteman dengan mereka?” Saya bingung. “Ya..karena mereka teman saya. Kami sama-sama orang Indonesia” Jawab saya. Bapak tersebut langsung diam dan mengangguk-anggukan kepalanya.

Selain masalah ras, di Malaysia meski tidak diperbolehkan dalam hukum, banyak terdapat pasangan yang sudah tinggal seatap tanpa ikatan pernikahan, dan sifatnya juga tidak ditutup-tutupi seperti di Indonesia. Mereka dengan jelas memperlihatkan bahkan menyatakan mereka tinggal bersama dengan pasangannya. Banyak juga pelajar-pelajar Indonesia yang menuntut ilmu disini melakukan hal yang serupa.

Merokok bisa kesehatan. Tapi jangan terkejut bila Anda melihat seorang perempuan merokok di Malaysia. Merokok adalah hal yang lazim bagi perempuan di Malaysia, tapi tidak untuk perempuan yang memakai jilbab.

Manusia dilahirkan untuk saling berpasangan dan saling melengkapi satu sama lain. Tapi bagaimana bila Anda jatuh cinta dengan orang yang sejenis dengan Anda? Maka, jangan heran bila Anda melihat sepasang perempuan saling bergandengan dan bermesraan di depan Anda. Seorang lelaki yang berdandan ala wanita atau seorang perempuan yang berpenampilan layaknya lelaki banyak kita jumpai disini. Lesbian dan gay, mereka merupakan jenis manusia yang juga adalah bagian dalam kehidupan sosial manusia. Mungkin saja itu adalah takdir mereka, tapi mungkin juga itu akibat dari salah pergaulan dan pengaruh teman. Yang pasti kita tak perlu menjauhi mereka, tapi kita juga harus berhati-hati dalam menjalani pergaulan disini.

Yang saya sukai dari Malaysia adalah transportasinya yang mudah. Kerajaan Malaysia menyediakan dan mengelola alat transportasi publik dengan baik. Disini terdapat bus yang bisa Anda gunakan untuk berpergian, saya adalah salah seorang pengguna jasa transportasi ini. Cukup membayar 1RM atau 2 RM, Anda sudah boleh menggunakan jasa bus untuk satu hari penuh. Selain bus, juga terdapat komuter, kereta listrik, dan monorail yang bisa menjadi alternatif perjalanan murah meriah.

Berjamurnya toko-toko dan restaurant di Malaysia, khususnya KL menjadi sarana yang pas bagi para pelajar untuk mencari pengalaman dan uang tambahan, dengan standard gaji 4-6RM per jam-nya.

Banyaknya pelajar yang berasal dari negara luar Malaysia membuat saya merasa kaya akan pengetahuan, kita bisa belajar banyak karakter manusia disini. Banyak suku bangsa yang terdapat disini, menyebabkan banyaknya teman dan juga pengalaman yang bisa kita raih.

Setiap tempat memiliki sisi positif dan negatifnya. Arah langkah kaki dan tujuan hidup, kitalah yang menentukan.

Permalink 6 Comments